Data BPH MIGAS menyebutkan konsumsi Premium dan solar (BBM Subsidi) di 2016 turun (sumur: http://www.bphmigas.go.id/konsumsi-bbm-nasional)
sedangkan konsumsi BBM non subsidi (RON 90/92/95/98/>98, CN>48)
Mengalami peningkatan. artinya jika BBM NonSubsidi dinaikan maka
dikhawatirkan BBM subsidi yg akhirnya dikonsumsi. ini beban negara bung,
beban kita (yg byr pajak). saya tau anda kaya mungkin bisa beli bbm RON
100 (Pertamina Racing) setiap hari tapi empati lah sama tukang ojek,
sopir taxi, sopir angkot, buruh berpenghasilan rendah.
"BBM naik tinggi susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, anak kami kurang gizi (iwan fals)"
Disaat sembako harganya gila-gilaan, bahkan baru kali ini rawit merah
tembus 200rb / kg, tidak perlu dibebani dg naiknya BBM, & TDL (mayoritas
rakyat sekarang 900-1300 watt sdh sangat sedikit 450).
Jika anda
merasa setuju dg kebijakan pemerintah lebih baik diam, sehingga tidak
perlu menyakiti hati orang yg kecewa dan mengeluh, serta merasa di
dzolimi.
Dan jika anda tidak setuju dg kebijakan pemerintah,
berkeluhlah pada wakil anda di DPR, jika mereka pura2 tuli, maka
sampaikan keluhan anda ke MK untuk menguji materi PP yg sdh di terbitkan
itu, dan jika keluhan anda masih tidak di terima, maka cukuplah
mengeluh pada Allah, sebab sesungguhnya hanya Allah sebaik-baiknya
tempat mengeluh, dan sesungguhnya hanya Allah sebaik2nya penolong.
"urip kudu urup" (hidup itu harus dpt menerangi)
"ojo rumongso bisa, naning bisa'o rumongso" (jgn merasa mampu, tapi mampu merasakan"
salam,
Rp
0 komentar:
Posting Komentar